Hakikat dan Jenis-Jenis Buku Teks (H.G. Tarigan)

Hakikat Buku Teks dan Jenis-Jenis Buku Teks
Bahasa Indonesia
(H.G. Tarigan)


PENGERTIAN BUKU TEKS
Menurut para ahli pada buku Telaah Buku Teks Bahasa Indoneisa  karya Prof.Dr. Henry Guntur Tarigan dan Drs.Djago Tarigan, buku teks adalah :
Buku teks adalah terjemahan atau pemadaan textbook dalam bahasa Inggris. Meskipun dalam kamus, textbook diterjemahkan dengan Buku Pelajaran
(Echols dan Sadily:1983:584).
Buku teks adalah rekaman pikiran rasial yang disusun untuk maksud-maksud dan tujuan-tujuan instruksional (Hall Quest,1915).
Buku teks adalah buku standar / buku setiap cabang khusus studi dan dapat terdiri dari dua tipe. Yaitu buku pokok / utama dan suplemen / tambahan (Large,1940).
Buku teks adalah buku yang dirancang buat penggunaan di kelas, dengan cermat disusun dan disiapkan oleh para pakar atau para ahli dalam bidang itu dan dilengkapi dengan sarana-sarana pengajaran yang sesuai dan serasi (Bcon, 1935).
Buku teks adalah sarana belajaryang biasa digunakan di sekolah-sekolah dan di perguruan tinggi untuk menunjang suatu program pengajaran (Buckingham,1958:1523).

Dari pendapat para ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa buku teks adalah buku pelajaran dalam bidang studi tertentu, yang merupakan buku standar, yang disusun oleh para pakar dalam bidang itu untuk maksud dan tujuan yang instruksional yang dilengkapi dengan sarana-sarana pengajaran yang serasi dan mudah dipahami oleh para pemakainya. Baik di sekolah-sekolah maupun di perguruan tinggi sehingga dapat menunjang suatu program pengajaran.


HAKIKAT DAN FUNGSI BUKU TEKS
Sebagaimana tersebut pada bagian sebelumnya, bahwa buku teks merupakan salah satu jenis buku pendidikan. Buku teks adalah buku yang berisi uraian bahan tentang mata pelajaran atau bidang studi tertentu yang disusun secara sistematis dan telah diseleksi berdasarkan tujuan tertentu, orientasi pembelajaran, dan perkembangan siswa, untuk diasimilasikan.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 11 Tahun 2005 menjelaskan, bahwa buku teks (buku pelajaran) adalah buku acuan wajib untuk digunakan di sekolah yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan, budi pekerti dan kepribadian, kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kepekaan dan kemampuan estetis, potensi fisik dan kesehatan yang disusun berdasarkan standar nasional pendidikan.
Indikator atau ciri-ciri penanda buku teks yaitu sebagai beikut :
Buku teks merupakan buku sekolah yang ditujukan bagi siswa pada jenjang pendidikan tertentu.
Buku teks berisi bahan-bahan yang terseleksi.
Buku teks selalu berkaitan dengan bidang studi atau mata pelajaran tertentu
Buku teks biasanya disusun oleh pakar pada bidangnya
Buku teks ditulis untuk tujuan instruksional tertentu
Buku teks biasanya dilengkapi dengan sarana pembelajaran
Buku teks disusun secara sistematis mengikuti strategi pembelajaran tertentu
Buku teks disusun untuk menunjang program pembelajaran
Dapat dilihat dari indikator atau ciri-ciri tersebut bahwa buku teks memiliki ciri tersendiri jika dibandingkan dengan buku pendidikan lainnya. Baik dari segi isi, tataan, maupun fungsinya.
Jika dilihat dari segi isinya,
buku teks merupakan buku yang berisi uraian bahan ajar bidang tertentu
untuk jenjang pendidikan tertentu, dan
pada kurun ajaran tertentu pula.


Jika dilihat dari segi tataannya, buku teks merupakan sajian bahan ajar yang mempertimbangkan
faktor tujuan pembelajaran,
kurikulum dan struktur program pendidikan,
tingkat perkembangan siswa sasaran,
kondisi dan fasilitas sekolah dan
kondisi guru pemakai.
Sedangkan jika dilihat dari segi fungsinya, memiliki fungsi sebagai
sarana pengembang bahan dan program dalam kurikulum pendidikan.
Sarana pemerlancar tugas akademik guru
Sarana pemerlancar ketercapaian tujuan pembelajaran
Sarana pemerlancar efisiensi dan efektivitas kegiatan pembelajaran
(menyajikan fiksasi awal bagi tugas dan pelatihan, menyajikan sumber bahan evaluasi dan remedial)

KUALITAS BUKU TEKS
Sepuluh kategori yang harus dipenuhi buku teks yang berkualitas, kategorinya sebagai berikut :
Buku teks harus menarik minat siswa yang akan mempergunakannya.
Buku teks harus memuat ilustrasi yang menarik siswa yang memanfaatkannya
Buku teks mempertimbangkan aspek-aspek linguistic sehingga sesuai dengan kemampuan siswa yang memakainya.
Isi buku teks harus berhubungan dengan pelajaran-pelajaran lainnya.
Buku teks harus dapat menstimuli, merangsang aktifitas-aktifitas pribadi para siswa yang mempergunakannya.
Buku teks harus dengan sadar dan tegas menghindari konsep-konsep yang samar dan tidak bisa, agar tidak membingungkan siswa saat memakainya.
Buku teks harus mempunyai sudut pandang atau “point of view” yang jelas dan tegas, sehingga akhirnya juga menjadi sudut pandang para pemakainya yang setia.
Buku teks haruslah mampu memberikan pemantapan, penekanan pada nila-nilai anak maupun orang dewasa.
Buku teks harus dapat menghargai perbedaan-perbedaan pribadi para pemakainya.
Buku teks harus memberikan motivasi kepada pembacanya.

JENIS-JENIS BUKU TEKS
Jenis-jenis buku teks menurut Tarigan, terdapat empat jenis buku teks yang digunakan dalam pengklasifikasiannya, antara lain :
Berdasarkan mata pelajaran atau bidang studi (SD, SMP, SMA)
Berdasarkan mata kuliah dalam bidangnya (perguruan tinggi)
Berdasarkan jumlah penulis buku teks.

Buku teks dikenal dengan tiga jenis buku teks, yaitu :
Buku Teks Tunggal
Buku teks tunggal yaitu buku yang terdiri dari satu jenis buku teks saja.
Buku Teks Berjilid
Buku teks berjilid yaitu buku pelajaran untuk satu kelas tertentu atau untuk satu jenjang sekolah tertentu.
Buku Terks Berseri
Buku teks berseri yaitu buku pelajaran berjilid yang mencakup beberapa jenjang sekolah, misalnya dari SD,SMP,SMA.

Berdasrkan jumlah penulis buku teks, kita kenal buku teks dengan penulis tunggal dan buku teks dengan penulis kelompok. Penulis tunggal yaitu penulis yang menyiapkan buku teks tertentu hanya seorang diri. Penulis kelompok yaitu penulis yang terdiri atas beberapa orang untuk menyiapkan buku teks tertentu.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BUKU TEKS
KELEBIHAN
Buku teks merupakan “the foundation of learning in class room”
Buku teks memuat bahan ajar yang sebaiknya disajikan “what to teach” dan sekuensi atau urutan cara penyajiannya.
Jangkauan, jumlah, dan jenis bahan ajar yang terdapat dalam buku teks telah relative pasti sehingga guru memungkinkan untuk mengalokasikannya berdasarkan jadwal sekolah. Dengan demikian, lewat pemakaian buku teks dapat terkontrol dengan ketat program pengajarannya.
Bahan ajar dalam buku teks tertata cukup baik
Buku teks cukup banyak memuat alat bantu pengajaran, misalnya, gambar peta, diagram, dsb.

KEKURANGAN
Buku teks itu sendiri tidklah mengajar, walaupun beberapa kegiatan belajar dapat tercapai dengan membacanya.
Sarana-sarana pengajaran juga sangat sedikit dan singkat karena keterbatasan ruang, tempat, atau wadah yang tersedia didalamnya.
Pertolongan-pertolongan atau bantuan yang berkaitan dengan evaluasi hanyalah bersifat sugestif dan tidak mengevaluasi keseluruhan atau keparipurnaan yang diinginkan.

Komentar